Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Persiapan Konversi Gas BBM ke BBG tidak Perlu Tunggu April

Posted by ropiudin pada 10 Januari 2012


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan prioritas utama pemerintah untuk melakukan konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas bagi transportasi umum. Angkutan umum memiliki jalur tetap, sehingga penyediaan SPBG-nya lebih mudah diprediksi.

“Sekarang ini kita mulai saja, jangan menunggu April. Pokoknya jalan sekarang, yang dipercepat persiapannya. Yang jelas, transportasi umum itu sasaran untuk kita alihkan ke gas, karena dia trayeknya itu kan jelas, tidak mutar ke mana-mana, sehingga kita tahu titik-titik di mana disediakan BBG-nya melalui pangkalan-pangkalan,” ungkap Hatta, Senin (9/1).

Pembatasan BBM subsidi secara nasional akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah akan memperhitungkan kesiapan sarana dan infrastruktur dari masing-masing daerah. Pada 2012, pembatasan BBM hanya akan diterapkan di wilayah Jawa-Bali, dan hanya akan diberlakukan untuk BBM jenis premium.

Selanjutnya, pada 2013, pembatasan BBM subsidi diberlakukan di kawasan Sumatra. Pada tahap ini, pembatasan tak hanya dilakukan terhadap BBM jenis premium. Namun, mulai diberlakukan pada solar. Pembatasan premium rencananya dilakukan sejak awal 2013, dan solar baru digelar pada pertengahan 2013.

Pada pertengahan 2013, pemerintah memperluas pembatasan BBM bersubsidi untuk wilayah Kalimantan. Pembatasan menyangkut jenis BBM berupa premium dan solar. Sementara, pada awal 2014, pembatasan BBM bersubsidi juga diberlakukan di wilayah Sulawesi untuk jenis premium dan solar.

Sedangkan, untuk wilayah Maluku dan Papua, pembatasan BBM bersubsidi baru dimulai pada pertengahan 2014 untuk jenis premium dan solar.

“Jadi, kita tidak usah berpikir itu menunggu april, sekarang berjalan saja. Itu yang kita lakukan. Jadi persiapan berjalan, sebanyak mungkin kita bangun SPBG-nya, sebanyak mungkin menyediakan konverternya, semua berjalan simultan,” ujar Hatta.

Hatta menegaskan pemerintah berencana akan memberikan konverter gratis untuk pelat kuning, sedangkan untuk pelat hitam nantinya sedang dikaji untuk berikan subsidi, misalkan cicilan dengan bunga rendah, serta kemudahan lainnya.

Hatta mengatakan, untuk produksi converter, saat ini PT Dirgantara Indonesia telah berkomitmen untuk membuat 250 unit, tahap awal.

“Kita bangga nanti kalau punya produk nasional. Tapi kan semuanya harus melalui suatu proses, pengujian, pengetesan, jangan nanti itu belum selesai pengujian dan pengetesan, masyakarat sudah disuruh menggunakan,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah ingin tingkat keamanan dan keselamatan bagi pengguna peralatan tersebut di nomorsatukan.

“Kita ingin semuanya safe, asas-asas safety itu number one. Jadi kita sambil tetap saja dijalankan program-program itu, dan saya senang jadi misalkan sekarang ini menginspirasi kita untuk semakin menggerakkan program nasional kita,” tambahnya.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com

Sorry, the comment form is closed at this time.