Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Konsorsium Jepang Rancang Energi Mandiri

Posted by ropiudin pada 26 Juni 2011


Sebuah konsorsium Jepang yang terdiri dari 23 perusahaan dan dipimpin oleh NTT (Nippon Telephone Telegraph), perusahaan telepon terbesar di Jepang, dua tahun lagi akan mengeluarkan chip yang bisa membangkitkan energi mandiri (self-powered energy parts).

Perangkat tersebut merupakan sebuah item kecil tipis (chip) yang dapat membangkitkan energi sendiri karena memiliki sensor pendeteksi secara sensitif getaran atau goyangan pada chip itu. Energi mandiri (EM) tersebut apabila dipasang di alat pengendali (remote control) yang bisa dibawa-bawa, dan remote itu tergoyang karena kita pegang maka akan menghasilkan energi sendiri. Dapat berfungsi sebagai baterai, mengisi baterai itu sendiri, dan dapat memfungsikan remote tersebut. Jadi, nantinya dengan chip tersebut, sebuah alat pengendali tak perlu lagi menggunakan baterai.

Produk yang bisa menghasilkan energi sendiri akibat getaran ini sebenarnya sudah ada di Eropa tetapi masih dalam kapasitas yang lebih kasar. Namun, memiliki luas ruang deteksi yang besar serta harganya mahal sekali, mencapai ratusan ribu yen per buah. Sedangkan, chipEM yang akan dibuat konsorsium di Jepang dibuat dengan luas ruangan deteksi getar sangat kecil juga diproduksi massal sehingga harga akan jauh lebih murah. Karena kecilnya ruang deteksi getar itulah maka chip tersebut dapat dimasukkan ke berbagai produk termasuk remote control kecil untuk TV dan sebagainya.

Direncanakan, dua tahun lagi atau akhir 2012 chip ini sudah bisa diluncurkan di Jepang dan diperkirakan akan banyak sekali dipakai berbagai produk multikategori, khususnya yang membutuhkan energi bagi kebutuhan operasional produk tersebut. Komponen elektronik bersensor yang bisa menghasilkan energi tersebut diperkirakan akan mendobrak pasar sangat luas .Menurut sebuah lembaga penelitian dari Inggris,chip itu diperkirakan akan dapat menghasilkan penjualan dengan nilai USD4,4 miliar setahun khususnya pada 2020. Saat itu diperkirakan semua produk yang menggunakan energi akan menggunakan chiptersebut. Saat ini sekitar 150 chip bersensor digunakan pada mobil-mobil mewah di dunia.

Dengan menggunakan chip bersensor seperti itu, penggunaan kabel juga dapat berkurang. Apabila penggunaan kabel berkurang maka berat mobil juga bisa dikurangi. Selain itu, segala dampak lainnya, jika mobil lebih ringan akhirnya akan mengurangi biaya produksi pemakaian. Misalnya bensin akan semakin irit karena mobil ringan. Hasil produksi pengembangan teknologi terbaru Jepang ini memang banyak dinantikan banyak kalangan industri. Setidaknya oleh 23 perusahaan Jepang yang masuk dalam konsorsium tersebut, antara lain Toyota Motor Corp, Panasonic Corp, NTT Data Corp, Honda Motor Co, Olympus Corp, Renesas Electronics Corp,Murata Mfg. Co, dan Asahi Kasei Corp. Semua membawa para ahlinya berdiskusi dan mengembangkan chip terbaru itu.

Chip EM tersebut bukan hanya bisa dipakai pada mobil atau kendaraan bermotor tetapi juga bisa digunakan pada industri pembuatan alat pacu jantung. Alat ini biasanya ditanam di dalam tubuh. Dengan menggunakan chip EM, manusia bergerak berjalan akan menghasilkan energi untuk menggerakkan alat pacu jantung. Sisa energi disimpan pada alat penyimpanan. Banyak kebutuhan hidup manusia lain bisa menggunakan chipEM tersebut.

Sorry, the comment form is closed at this time.