Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Harga Pertamax Harusnya Lebih Murah dari BBM Asing

Posted by ropiudin pada 17 Mei 2011


Harga Pertamax Cs seharusnya bisa lebih murah ketimbang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dijual SPBU Asing di Indonesia. Sejak naik harga di 15 Mei 2011 lalu, harga Pertamax lebih mahal Rp 200 per liter dibandingkan harga BBM SPBU asing.

Dalam pembicaraan dengan detikFinance, Pengamat Perminyakan sekaligus selaku Dosen Pasca Sarjana FE UI Kurtubi, mengatakan ada beberapa faktor yang diperkirakan menjadi penentu lebih mahalnya harga BBM Pertamina ketimbang SPBU Asing.

“Ini memang menjadi pertanyaan publik, mengapa Pertamina selalu menjual BBM jenis Pertamax lebih mahal dari pesaingnya, atau kalau dibalik mengapa SPBU asing bisa menjual lebih murah,” kata Kurtubi ketika memulai pembicaraannya, Jakarta, Senin (16/5/2011).

Ia melanjutkan, ada tiga kemungkinan lebih mahalnya harga Pertamax Cs ketimbang harga BBM yang dijual oleh SPBU asing.

“Ini kemungkinan, kalau saya anehnya, pertama, Pertamina tidak efisien. Jadi kalah efisiennya dibandingkan dengan SPBU asing,” terangnya.

Maksud dari adanya inefisiensi tersebut, Pertamina masih belum banyak memproduksi Pertamax sehingga sisanya perlu diimpor, dan harga impornya lebih mahal. Sehingga, mau tidak mau harga Pertamax Cs menjadi sedikit lebih mahal.

“Kedua, Pertamina memang sengaja menjual Pertamax-nya lebih mahal dari SPBU asing, mungkin Pertamina disuruh oleh pihak tertentu untuk menjual produk non-subsidinya lebih mahal,” lanjut Kurtubi.

Hal tersebut, katanya, supaya menolong SPBU asing yang ada di Indonesia karena sedang kekurangan pelanggan dalam jumlah luar biasa.

“Mana yang benar saya tidak tahu. Tapi, semestinya Pertamina sebagai perusahaan besar di Indonesia denga infrastruktur lengkap dan skala besar, baik infrastruktur lengkap dan skala besar, atau tangki timbun, storage (penyimpanan), pipa distribusi, kapal tangker, dan seterusnya bisa menjadi lebih murah ketimbang SPBU asing,” tanggapnya.

Malahan, SPBU Asing (Total, Shell, Petronas) yang bisa dikatakan jumlahnya tidak banyak serta fasilitas infrastrukturnya sedikit seharusnya menjual produk BBM-nya lebih mahal. “Karena kan cost-nya mahal,” imbuh Kurtubi.

“Namun, ini juga bisa dikatakan karena untuk strategi dagang. Sehingga bensin Non-Pertamina sengaja menjual bensin lebih rendah. Dengan tahap awal untuk mencari pelanggan. Mereka mengambil untung tipis,” jelasnya.

Seperti diketahui, sejak naik harga di 15 Mei 2011 lalu, harga Pertamax lebih mahal Rp 200 per liter dibandingkan harga BBM SPBU asing.

Para pesaing Pertamina berbendera asing, seperti Shell, Petronas dan Total sampai saat ini masih kuat menahan harga jual BBM-nya.

Sorry, the comment form is closed at this time.