Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

PLTS Untuk Indonesia Timur

Posted by ropiudin pada 25 April 2011


EBTKE- Tahun ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero) menargetkan dapat melistriki sekitar 370 ribu masyarakat di Indonesia Timur melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Guna  mencapai rasio penyambungan listrik (rasio elektrifikasi) di atas 60 persens ekitar 1,1 juta masyarakat Indonesia Timur sudah harus mendapat listrik tahun ini. Direktur Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga mengatakan, perseroan akan memanfaatkan tenaga surya guna mencapai target tersebut.Dari target tersebut, pelanggan PLN yang menggunakan listrik matahari akan sekitar 33,36 persen,”ujar dia akhir pekan lalu.

Vickner menjelaskan, ada dua jenis pelanggan PLTS di Indonesia Timur. Pertama, pelanggan yang mendapat listrik dari PLTS mandiri. Pelanggan jenis ini akan mendapat panel surya dan tiga lampu super ekstra hemat energi (SEHEN) yang dipasang di tiap rumah. ”Namun, pelanggan PLTS mandiri hanya bisa menikmati listrik untuk lampu,”kata dia. Pelanggan ini, lanjut dia, akan difokuskan untuk daerah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat serta dearah terpencil di provinsi lain.”Pelanggan jenis ini akan ada sekitar 120 ribu di NTT dan 120 ribu di NTB serta 100 ribu lagi di provinsi lain,” tandasnya.

Pelanggan jenis kedua, menurut dia, adalah pelanggan PLTS komunal. PLTS mirip dengan pembangkit listrik PLN pada umumnya, hanya pembangkit ini menggunakan panel surya untuk menangkap energi matahari dan baterei untuk menyimpannya. PLTS komunal ini rencananya akan dibangun di 100 lokasi, dimana setiap satu PLTS bisa melistriki 300 pelanggan, dari sini PLN menargetkan sekitar 30 ribu pelanggan

Untuk menyiapkan kedua jenis pembangkit tenaga surya ini, PLN harus menyiapkan sekitar Rp 1,7 triliun. PLTS mandiri setiap unitnya membutuhkan dana sekitar Rp 3,5 juta. Sementara untuk memasang 240 unit PLTS mandiri, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 840 milyar. Utuk PLTS komunal, PLN membutuhkan dana sekitar Rp 900 milyar dimana biaya per unitnya sebesar Rp 9 milyar.

Padahal, tahun ini Indonesia Timur hanya mendapat jatah dana investasi sebesar Rp 750 milyar dari kas PLN untuk menaikkan rasio elektrifikasi. Vickner mengatakan, PLN akan melakukan penghematan dana dinas luar, kesehatan, dan pengadaan untuk menutup kekurangan ini.

“Tahun ini dua bulan tidak akan ada dinas luar, kemudian biaya kesehatan pegawai akan dikurangi 20 persen Dari pengadaan, PLN berhasil menghemat sekitar Rp 2 triliun tahun lalu,” jelas dia.

Sementara itu, sisa 730 pelanggan dari target tahun ini akan dilistriki melalui perluasan jaringan. PLN akan menggunakan dana dari APBN sekitar Rp 1,4 triliun yang merupakan jatah proyek listrik desa (prodes) Indonesia Timur. Tahun ini untuk prodes, PLN menerima dana sekitar Rp 10 triliun dari APBN.

Sorry, the comment form is closed at this time.