Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

LEAP Bukan Sekedar Memasukkan Data

Posted by ropiudin pada 16 April 2011


Satu tahun yang lalu ketika saya belajar mengoperasikan LEAP(Long-range Energy Alternative Planning), saya berprasangka bahwa kita hanya tinggal memasukkan data-data yang diperlukan. Saat itu saya sempat terjebak pada tampilan awal yang default menampilkan area Freedonia. Beberapa manual yang saya baca juga sedikit memberikan kesulitan karena saat itu bahasa Inggris saya kurang bagus.

Beberapa waktu terakhir ini, saya mengajar LEAP sebagai asisten di Jurusan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada. Hal yang sama ternyata juga dialami oleh sebagian besar mahasiswa yang saya ampu. Padahal sudah sedari awal saya sampaikan untuk jangan terjebak kepada tampilan Freedonia yang akan tampil secara default saat pertama kita buka program. Hal tersebut berlalu hingga beberapa minggu dan akhirnya ketahuan saat mereka benar-benar harus mengerjakan sebuah kajian untuk beberapa wilayah di Indonesia. Kajian tersebut merupakan bagian tugas yang diberikan. Pertama, saya heran mengapa tugas itu tidak kunjung selesai. Setelah saya buka beberapa kali sesi konsultasi, akhirnya mereka sadar telah terjebak dengan format area Freedonia.

Seperti kita ketahui bahwa di dalam area Freedonia ada beberapa data yang dibutuhkan sebagai asumsi kunci. Data tersebut seperti Populasi, Pendapatan per Kapita, Jumlah Rumah Tangga, dan sebagainya. Ternyata yang terjadi bahwa para mahasiswa menganggap data itulah yang dibutuhkan dalam simulasi LEAP. Setelah konsultasi terakhir kemarin dengan saya, akhirnya mereka mengerti dan mulai mengerjakan tugas kajian tersebut dengan cara yang baru. Beberapa asumsi yang digunakan disesuaikan dengan format perhitungan demand.

Dari peristiwa tersebut saya berpikir bahwa kelemahan yang sering terjadi dalam proses belajar LEAP adalah keengganan dalam membaca manual yang ada. Meskipun saya akui semua itu tidaklah cukup apabila tidak dilanjutkan dengan mencoba mengerjakan suatu kasus. Dengan melakukan simuasi terhadap sebuah kasus, maka kita akan menjadi mengerti dan lebih memahami konsep program LEAP dengan lebih dalam. Selain itu, tentu saja akan membuat kita semakin kreatif dalam memanfaatkannya karena LEAP memberikan kita kebebasan dan fleksibilitas.

Demikian sedikit curhat saya dan selamat mencoba melakukan simulasi/modeling menggunakan LEAP.

 

Sumber: http://akhisuhono.wordpress.com/2010/05/22/leap-bukan-sekedar-memasukkan-data/

Sorry, the comment form is closed at this time.