Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Energi, Kebutuhan Pangan, dan Lingkungan

Posted by ropiudin pada 12 April 2011


Pertumbuhan populasi manusia di dunia sangat pesat. Prediksi menunjukkan dalam kurun waktu 50 tahun mendatang, jumlah populasi akan mencapai angka 12 juta manusia. Pertambahan penduduk ini akan meningkatkan kebutuhan terhadap pemenuhan sumber pangan. Untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia, tuntutan pada alih fungsi lahan untuk pertanian akan semakin besar. Di pihak lain berakibat pada semakin besarnya tekanan terhadap sumberdaya air, energi dan keragaman hayati. Sekitar 99% sumber pakan dunia berasal dari daratan, sedangkan hanya 1% berasal dari laut dan perairan tawar.

Di Indonesia, pemenuhan kebutuhan pangan menyebabkan alih fungsi lahan hutan. Sebagai contoh: Data olahan Greenomics Indonesia (2006-2008) menunjukkan, di Provinsi Sumatera Utara ada sekitar 40 kasus perambahan hutan lindung untuk perkebunan dan budi daya pertanian seluas 195 ribu hektar. Di Riau, sedikitnya 143 ribu hektar hutan lindung dan konservasi telah berubah menjadi area perkebunan dan budi daya pertanian lahan kering secara ilegal. Adapun di Nanggroe Aceh Darussalam, hutan lindung seluas 160 ribu hektar telah berubah menjadi area perkebunan, lahan pertanian kering, semak belukar, dan tanah terbuka. Di Kalimantan Barat, sedikitnya 286 ribu hektar hutan lindung telah berubah menjadi area pertanian. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, pemerintah berencana menjadikan Merauke lumbung pangan melalui penanaman padi, jagung kedelai dan tebu.

(Sumber : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/08/16/EB/mbm.20100816.EB1343 82.id.html,08 Mei 2008; http://dieoff.org/page57.htm).

 

Wacana diatas telah menunjukkan betapa pentingnya sumberdaya alam bagi kehidupan manusia. Populasi manusia yang semakin pesat menuntut tersediannya berbagai sumberdaya pendukung hidupnya. Sumberdaya pendukung kehidupan tersebut tidak diharapkan bermanfaat hanya untuk kepentingan manusia, tetapi juga untuk kepentingan alam dan lingkungan hidup.

Permasalahan tersebut dapat dipahami dengan berbagai pendekatan keilmuan. Dalam konteks ini, secara khusus akan ditinjau dari perspektif energy. Artinya, kita akan mencoba memahami seberapa jauh dan seberapa penting peran energy dalam menyokong kehidupan manusia dan lingkungan disekitarnya.

Energy merupakan kekuatan pendukung untuk berfungsinya system dalam entitas tertentu, baik yang berupa makhluk hidup maupun yang bukan. Misalnya, listrik merupakan suatu bentuk energy yang berfungsi sebagai sumber kekuatan pendukung untuk menyalakan lampu, memfungsikan kinerja alat-alat elektronik dan lain sebagainya. Dalam hal ini, energy listrik merupakan kekuatan pendukung berfungsinya system dalam entitas alat-alat listrik. Alat-alat listrik ini bukanlah makhluk hidup, namun juga membutuhkan energy untuk menjadikannya berfungsi. Sedangkan manusia, ia adalah makhluk hidup. Manusia juga membutuhkan energy untuk mendukung kehidupannya. Energy tersebut dapat diperoleh dari makanan. Makanan akan diolah oleh system pencernaan didalam tubuh secara kimiawai, hingga akhirnya menimbulkan energy yang memungkinkan manusia bisa bergerak, berfikir dan lain sebagainya.

Sumber energy terbagi menjadi dua, yaitu sumber energy yang dapat diperbaharui dan sumber energy yang tidak dapat diperbaharui. Sumber energi yang dapat diperbaharui merupakan sumber energi yang tidak akan habis meski dipakai terus menerus. Angin, geotermal, biomas, matahari, air, dan pasang surut, merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui. Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui merupakan sumber energi yang tidak dapat terbarukan dalam jangka waktu singkat. Sumber energi fosil, diantaranya minyak, batubara, dan gas alam, merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Namun ada juga sumber energi non-fosil yang merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui yaitu nuklir. Baik sumber energi yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui, jika diolah dengan baik berbekal ilmu pengetahuan, semuanya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan bermacam-macam, sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh sumber energi masing-masing. Misalnya, matahari menghasilkan energi termal dan energi listrik. Begitu juga dengan air, angin, dan pasang surut air laut, jika dimanfaatkan dan direka sedemikian rupa, dapat menghasilkan energi listrik. Minyak, batubara, dan gas alam juga dapat diolah menjadi bahan bakar pesawat, aspal, dan sebagainya.

Penggunaan dan pengolahan sumber energy untuk diubah menjadi energy yang bermanfaat bagi alam dan kehidupan manusia, tidak bisa dilakukan secara serta merta tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Untuk itu, diperlukan perencanaan dan estimasi yang baik yang tidak merugikan lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menganalisis dampak lingkungan disekitar tempat pemrosesan sumber energy. Dengan begitu, penggunaan dan pengolahan sumber energy dapat dikendalikan dan tidak merugikan manusia dan lingkungan hidupnya.

Setelah mengetahui bahwa terdapat berbagai macam sumber energy, baik yang dapat maupun yang tidak dapat diperbaharui, kita dapat mulai memahami tentang wacana diatas, bahwa masih ada solusi untuk mengatasi permasalahan kebutuhan pangan dan kerusakan lingkungan. Permasalahan kebutuhan pangan di Indonesia, mau tidak mau juga berhubungan erat dengan energy yang dibutuhkan. Sumber energy di Indonesia begitu melimpah. Lautannya sangat luas, juga Indonesia berada di daerah khatulistiwa yang mendapat sinar matahari yang cukup. Selain itu, didalam perut bumi Indonesia juga kaya akan mineral tambang dan minyak bumi. Semuanya dapat diolah untuk kemudian diubah menjadi energy guna memenuhi kebutuhan manusia. Dengan demikian, penduduk diharapkan untuk tidak hanya bergantung dengan sektor pertanian dan perkebunan yang lahannya makin lama makin menyempit, bahkan mulai merambah kawasan hutan lindung itu. Tetapi, yang tetap harus diperhatikan adalah, dalam proses pengolahan sumber energy tersebut, harus ramah lingkungan, sehingga akan terjadi keseimbangan lingkungan hidup yang tidak merugikan manusia dan alam sekitar yang ditempatinya.

 

Sorry, the comment form is closed at this time.