Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Kilang Menara Surya Termal Yang Membutuhkan Hanya Matahari dan Udara

Posted by ropiudin pada 31 Maret 2011


Meskipun perangkat listrik berkembang pesat selama beberapa dekade terakhir, pembangkit listrik untuk pasokan daya perangkat ini masih didominasi oleh penggunaan turbin uap dengan bahan bakar fosil. Memang beberapa sudah menggunakan PLTSt (Pembangkit Listrik Tenaga Surya-termal) yang memusatkan sinar matahari untuk menndidihkan air menjadi uap bertekanan-tinggi. Namun itu semua bergantung kepada ketersediaan air. Bagaimana dengan lokasi yang punya potensi surya tinggi namun tidak tersedia air dalam jumlah yang memadai? Jenis PLTSt terbaru yang dibangun di Australia hanya membutuhkan lahan luas, menara, fasilitas riset, sinar matahari dan udara, yang akan sesuai dengan lokasi yang minim hujan.

Agensi sains nasional Australia, Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) mengembangkan fungsi teknologi menara ini mirip seperti PLTSt konvensional. Pada cara konvensional, pemusatan sinar matahari dari sebuah ladang cermin, yang dikenal sebagai heliostat, ke puncak menara surya setinggi 30 meter akan mendidihkan air menjadi uap yang menggerakan sebuar turbin uap. Pada cara baru ini, yaitu sistem Solar Brayton Cycle, udara bertekanan dipanaskan oleh pantulan sinar matahari dan akan memuai serta menggerakan turbin listrik sampai 200 kW. Sebagai cadangan panas pada saat pasokan panas dari cermin berkurang, digunakan sistem cadangan pemanas berbahan bakar gas alam.

Pada minggu terakhir Oktober 2010 ini, CSIRO mulai memasang 450 heliostats besar di agensi National Solar Energy Centre (NSEC) di NewcastleNew South Wales. Ini merupakan sistem heliostats menara surya-termal terbesar Australia dan akan memusatkan sinar matahari untuk menghasilkan temperatur sampai 1.000oC (1832 oF). Heliostat, yang diproduksi oleh Performance Engineering Group, berukuran lebih kecil dari heliostats pada umumnya, terdiri dari sebuah frame baja-ringan dengan disain sederhana yang khusus diproduksi massal untuk pasar komersial, sehingga sebuah ladang surya menjadi lebih murah biaya investasi dan operasionalnya. Tujuan dari penerapan teknologi CSIRO ini adalah untuk menekan biaya yang sama atau lebih murah dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil saat biaya karbon diperhitungkan.

Proyek Solar Brayton Cycle juga akan mengikut-sertakan pilihan sistem penyimpanan termal yang lebih mutakhir untuk pengoperasian yang lebih lama saat adanya permintaan beban puncak dan merupakan jawaban untuk operasi kontinyu dari sumber-sumber energi terbarukan (memungkinkan pengoperasian turbin di malam hari).

Apabila proyek ladang Solar Brayton Cycle ini selesai, maka ini akan merupakan tipe sejenis terbesar di dunia, menutupi lahan seluar 4.000 m2. Ladang juga akan digunakan untuk peningkatan teknolgi agar unit menjadi lebih murah, efisiensi sumber energi yang lebih baik untuk lokasi-lokasi gurun di Australia dan belahan bumi lainnya. Walau pun fasilitas ini akan digunakan-lanjut untuk riset, unit CSIRO yang telah beroperasi saat ini mampu memasok listrik untuk hampir 100 rumah (ukuran rumah penduduk Australia tentunya).

sumber: Kilang Menara Surya Termal Yang Membutuhkan Hanya Matahari dan Udara http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2068522-kilang-menara-surya-termal-yang/#ixzz1HukqfKbt

Sorry, the comment form is closed at this time.