Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Krisis Nuklir, Potensi Energi Terbarukan Cerah

Posted by ropiudin pada 29 Maret 2011


Krisis nuklir di Jepang serta naiknya harga minyak diatas USD100 per barel mengakibatkan industri energi baru terbarukan global dibutuhkan.

Seperti dilansir dari situs Reuters, Senin (28/3/2011) Direktur Energi Terbarukan Pricewaterhouse Coopers (PwC) Ronan O’Regan mengatakan potensi hilangnya minat investasi nuklir memaksa masuknya investasi pada energi rendah karbon lainnya, sehingga energi terbarukan adalah tempat bernaungnya investasi tersebut.

Investasi energi terbarukan diharapkan dapat mengambil momentum ketika sejumlah kesepakatan dalam proyek-proyek energi hijau naik 66 persen di tahun 2010, meskipun nilai total investasi mengalami penurunan sebesar 32 persen menjadi USD334 miliar.

“Apabila investasi nuklir ditunda seperti yang kita lihat sekarang ini. Skenario cadangan yang terbaik adalah orang mengarahkan beberapa investasi rendah karbon mereka ke energi terbarukan,” ungkap O’Regan.

Kerusuhan yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan perang di Libya telah mendorong kekhawatiran tentang kendala pasokan minyak lebih lanjut, yang selanjutnya mengangkat harga Brent minyak ke tingkat yang mendekati USD120 per barel.

“Secara umum harga minyak yang tinggi harus menjadi kabar baik untuk energi terbarukan karena mereka membuat tingkat subsidi yang diperlukan untuk mendorong investasi (dalam energi hijau) lebih rendah,” paparnya.

Beberapa perusahaan energi terbarukan, seperti Jerman SolarWorld (SWVG.DE) yang menghasilkan teknologi fotovoltaik, mengatakan mereka mengharapkan pertumbuhan permintaan yang pesat sebagai akibat dari tingkat pengembalian yang lebih tinggi setelah kejadian di Jepang.

“Dalam jangka panjang, penggunaan nuklir mungkin akan normal lagi. Sehingga akan bersaing dengan energi terbarukan, nuklir akan bersaing lagi,” pungkasnya.

Sorry, the comment form is closed at this time.