Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Revitalisasi Industri Bioenergi

Posted by ropiudin pada 28 Maret 2011


EBTKE– Pemerintah tengah menyusun langkah revitalisasi industri bioenergi dengan mengacu kepada tiga pola pengusahaan jenis energi lain.

Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Luluk Sumiarso seusai Diskusi Interaktif Bahan Bakar Nabati, di Gedung Ditjen EBTKE, Jakarta, Rabu, 16 Maret 2011.”Nanti kita bikin pola pengusahaan,”ujar dia. Luluk mencontohkan seperti hal nya di sektor listrik dimana ada Independent Power Producer (IPP), untuk jenis Bahan Bakar Nabati (BBN) yang termasuk bioenergi, pola pertama BBN dijual sebagai bahan bakar yaitu dengan didistribusikan oleh PT Pertamina (persero), kedua bahan bakar digunakan untuk listrik sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan listriknya disambungkan ke grid, dimana A-Z-nya akan diatur serta pola ketiga adalah digunakan sendiri, dimana dalam bentuk Desa Mandiri Energi (DME) berbasis BBN.”Pola yang lain sudh ada dan jelas, nanti yang lain tinggal ikutin saja,”katanya.

Dia mengajak semua pihak untuk menatap optimis dalam upaya pengembangan bioenergi di Indonesia khususnya BBN.”Semangatnya tidak usah melihat yang lalu mari kita lihat kedepan,revitalisasi bahan bakar nabati, tidak hanya itu karena BBN hanya salah satu aspeknya, tapi secara keseluruhan mari revitalisasi industri bioenergi,”tandas Luluk.

Pada kesempatan  yang  sama, Ketua  Ikatan  Ahli Bioenergi  Indonesia  (IKABI), Tatang  H Soerawidjaja menuturkan,  dengan  kondisi  geografis  dan memiliki  lahan yang potensial luas serta menjadi salah satu negara yang memiliki keanekaragaman  hayati  peluang emas  Indonesia  dalam pengembangan BBN. “Kita berpotensi besar menjadi pusat bio-based economy dunia,”kata dia.

Peluang yang dibuka pergerakan dunia ke arah bio-based economy, lanjut Tatang, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, jangan sampai  ketinggalan lagi. “Industri bioenergi (terutama bahan bakar nabati, BBN) yang sehat merupakan salah satu tiang tengah penegak bio-based economy, menyulut pengembangan industri kimia dan material berbasis nabati. Karena ini, (pengembangan) industri BBN mutlak tak boleh gagal,”pungkasnya.(ferial)

 

Sorry, the comment form is closed at this time.