Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Norwegia: Selangkah di Depan Dalam Energi Terbarukan

Posted by ropiudin pada 27 Maret 2011


Kebijakan energi negara-negara Skandinavia adalah contoh positif bagi negara lain, salah satunya adalah Norwegia. Norwegia memiliki ambisi besar dalam kebijakan energinya dan berhasil melangkah lebih jauh dalam upayanya untuk menjadi negara dengan emisi karbon rendah.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif International Energi Agancy (IEA), Nobuo Tanaka, pada peluncuran review di Oslo (15/3). “Kebijakan energi Norwegia yang menonjol menjadi contoh positif bagi negara-negara lain,” kata Tanaka.

Menurutnya, Norwegia sekarang harus berinvestasi dalam mengembangkan langkah-langkah baru untuk terus bergerak maju mencapai tujuan akhir menjadi negara bebas karbon pada tahun 2050.

Menjadi tantangan bagi Norwegia untuk memenuhi target kebijakan energi 2020 untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30% dibandingkan tahun 1990. Hal tersebut tidak terlampau susah dilakukan mengingat penyediaan tenaga listrik negara dan penggunaan energi pada bangunan di negara tersebut pada dasarnya sudah bebas karbon melalui pemanfaatan PLTA.

Pendapatan terbesar Norwegia dihasilkan dari ekspor minyak dan gas. Dibanding negara-negara penghasil migas lainnya, Norwegia unggul dalam mengembangkan solusi baru untuk mencapai masa depan karbon rendah yang diinginkan. Solusi ini mencakup langkah-langkah baru untuk meningkatkan efisiensi energi yang lebih besar dan penggunaan energi terbarukan.

Transparan dan Kompeten

Sebagai eksportir energi ketiga terbesar di dunia setelah Rusia dan Arab Saudi, Norwegia turut meningkatkan keamanan pasokan energi global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Norwegia memiliki kerangka kebijakan yang konsisten dan dapat diprediksi untuk eksplorasi dan produksi, serta mengelola sumber daya migas dan pendapatannya secara transparan dan kompeten.

“IEA mengakui kontribusi Norwegia untuk keamanan energi global yang memiliki manajemen sumber daya migas dan manajemen pendapatan yang sangat baik. Inilah yang dapat dijadikan contoh negara-negara lain,” ujar Tanaka.

Tantangan berikutnya, ungkapnya, adalah untuk merangsang peningkatan produksi minyak dan gas dengan operasi yang aman dan ramah lingkungan.

Efisien Sektor Listrik

Review IEA juga memberikan pujian atas keandalan dan kinerja yang efisien dari sektor listrik Norwegia.

Tanaka menambahkan bahwa Norwegia, dengan kapasitas tenaga air yang besar, dapat memainkan peran penting sebagai pasar listrik Eropa dengan mengintegrasikan dan meningkatkan peran energi terbarukan. Untuk ini, interkoneksi listrik tenaga air yang direncanakan harus dilaksanakan dengan cepat.

“IEA mendorong Norwegia untuk menggunakan kapasitas tenaga air tersebut, yang terbesar di Eropa setelah Rusia, untuk menyeimbangkan variasi dalam permintaan dan penawaran di pasar regional. Hal ini akan meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi dalam pasar listrik integrasi regional sehingga akan meningkatkan keamanan listrik Eropa.”

Dalam laporan juga disebutkan bahwa Norwegia dapat berperan untuk memenuhi kebutuhan listrik di regional tersebut saat adanya larangan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Mengatasi Perubahan Iklim

Dengan komitmen yang kuat untuk mitigasi perubahan iklim global, Norwegia telah menerapkan contoh yang baik untuk negara-negara lain. Penelitian mencatat naiknya dana publik yang dipergunakan untuk riset dan pengembangan energi bersih hingga lebih dari tiga kali lipat pada 2009 dibanding 2007.

Norwegia juga menjadi salah satu negara terdepan dalam proyek CCS. “Norwegia menjadi tuan rumah  dua dari lima proyek CCS skala besar di dunia. Pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung signifikan pengembangan teknologi CCS lebih lanjut melalui kampanye dan iklan ke masyarakat luas,” lanjut Tanaka.

Laporan IEA merekomendasikan bahwa pemerintah Norwegia sebaiknya mengembangkan sebuah roadmap yang menguraikan langkah menuju masa depan yang bebas karbon. Setelah ini telah diadopsi, Pemerintah harus mulai menerapkan kebijakan tersebut tanpa penundaan. (KO/Sumber: iea.org)

 

Sorry, the comment form is closed at this time.