Thermal System and Renewable Energy Engineering

It's about clean and cheap energy

Dirjen EBTKE Antar Dubes Denmark Kunjungi Kantor Hemat Energi di Gedung DJK

Posted by ropiudin pada 27 Maret 2011


Kamis (24/3) ini Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Luluk Sumiarso bersama dengan Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia, H.E. Bourge Petersen mengunjungi Kantor Hemat Energi yang bertempat di lantai 5 Gedung Annnex Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK). Kantor hemat energi yang terletak di Jl HR Rasuna Said ini merupakan salah satu program Efficiency in Industrial, Comercial and Public Sector (EINCOPS) yaitu program Kementerian ESDM yang didukung oleh Pemerintah Denmark melalui Danish International Development Assistance (DANIDA). EINCOPS sendiri merupakan salah satu komponen dari Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI).

Kunjungan ini berlangsung seusai Dirjen EBTKE membuka peluncuran di Hotel JW Marriot. Diikuti sejumlah wartawan, Luluk Sumiarso dan Bourge Petersen disambut oleh Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan, Agoes Triboesono. Dirjen EBTKE mengajak semua pihak meniru desain ruangan yang pembangunannya telah dimulai sejak Oktober 2010 ini. Kantor hemat energi ini telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk gedung hemat energi.

Selain kegiatan gedung percontohan hemat energi, program EINCOPS oleh Ditjen EBTKE dengan dukungan DANIDA meliputi pengembangan fisik EECIH dan transfer pengalaman Denmark dalam penerapan konservasi energi. Denmark merupakan negara yang cukup berhasil dalam upaya konservasi energi, syaitu dengan mampu meningkatkan Gross National Product-nya pada 30 tahun terakhir tanpa meningkatkan total konsumsi energi nasionalnya. Ingin belajar dari Denmark,  Dirjen EBTKE mengajak tiga Direktorat Jenderal (Ditjen), yaitu Ditjen ketenagalitrikan, Ditjen Migas, dan Ditjen Mineral Batubara untuk melakukan efisiensi dan konservasi energi dalam kegiatan masing-masing Ditjen.

Dirjen EBTKE dalam paparannya di Hotel JW Marriot juga mengingatkan bahwa dengan menerapkan efisiensi energi pada 650 pelanggan industri pertahun sama dengan membangun pembangkit listrik baru dengan kapasitas 2000 Megawatt (MW). Kantor hemat energi yang diterapkan di setiap kantor diharapkan dapat menghemat pemakaian energi di Indonesia.

 

Sorry, the comment form is closed at this time.